Penari Yogyakarta Joko Sudibyo Tampil di Indo Pasific Conclave di India

- Jumat, 25 November 2022 | 17:02 WIB
Joko Sudibyo, penari asal Yogya berkolaborasi dengan penari India di ajang Indo Pasific Conclave. (Dok Joko)
Joko Sudibyo, penari asal Yogya berkolaborasi dengan penari India di ajang Indo Pasific Conclave. (Dok Joko)


VARTADIY.com. - Indo Pacific Conclave diadakan General Konsulat Amerika Serikat di Kolkata India dan Asian Confluence Think-Tank, digelar dua hari satu malam, 21-22 November 2022.

Mendatangkan lebih 40 pembicara, 75 artis: penari dan pemusik dari berbagai negara. Yaitu Amerika Serikat, Indonesia, Malaysia, Sri Lanka, Thailand, Myanmar, Filipina, Vietnam, Bangladesh, Bhutan, Nepal, dan India. Fokus acaranya: perdagangan, konektivitas, ekologi, migrasi, dan mewujudkan perdamaian.

Sebagai pertunjukan pertama, delegasi India dan Indonesia mendapatkan kehormatan menampilkan karya kolaborasi berjudul Yatra | The Flowing Narrative. Karya ini dikoreografi Sriradha Paul dari India dan Joko Sudibyo dari Indonesia. Proses pembuatan karya ini sudah sejak April 2022 secara daring, dilanjutkan latihan gabungan secara luring pada 17 November 2022 di Kolkata India.

 

Baca Juga: Ke Thailand, Brigita Larasati Wakili Indonesia di Ajang Kids Star International 2022

Baca Juga: Kebaya Lawas Akan Mencuat di 2023 Kata Mimi Kebaya

Yatra berkisah perdagangan bangsa India ke Nusantara yang kemudian memengaruhi kebudayaan di Indonesia. Dalam susunan koreografinya, terdapat sebuah adegan di mana penari menampilkan sebuah kain panjang bernama Patola. Kain ini kemudian di tanah Jawa disebut kain Cinde. Hingga saat ini Cinde masih digunakan masyarakat Jawa khususnya keraton, baik untuk menari atau sebagai atribut pakaian pernikahan adat Jawa.

Ditampilkan pula sebuah adegan peperangan antara Jatayu dan Rahwana yang diperankan dengan apik kedua koreografer. Jatayu dimainkan Joko Sudibyo menggunakan vocabulary gerak fusion Jawa Bali, sedang Rahwana ditarikan Sriradha menggunakan gerak tari klasik Odhisi India. Adengan ini diiringi musik yang diaransemen Nilansuk Dutta dibantu drum Mardala India oleh Rohit.

"Nuansa Indonesia semakin kental dengan ditambahkan suling Bali dan kendang Jawa yang dimainkan secara live mahasiswa ISI Yogyakarta, Dimas Adinata Raharja. Adegan ini sangat penting untuk ditampilkan sebagai bukti bahwa sebuah warisan budaya tak benda dapat tersebar melalui aktivitas perdagagan. Salah satunya kisah peperangan Jatayu dan Rahwana yang tertulis dalam kitab Ramayana India karya Walmiki yang ditulis sekitar 400 tahun sebelum Masehi," terang Joko Sudibyo, salah satu founder group tari Pragina Gong.

Halaman:

Editor: Brian Hagar

Tags

Terkini

Pedangdut Yogya Tutik Syafira: Awet Tahan Lama

Senin, 30 Januari 2023 | 06:58 WIB

Affifah Ade: Menari Sepenuh Hati

Kamis, 26 Januari 2023 | 07:38 WIB

Arinda Wae: Penyanyi yang Punya Dua Nama

Senin, 23 Januari 2023 | 10:40 WIB

4 Artis Idol Korea Pemburu Iblis dalam Drakor Island

Jumat, 20 Januari 2023 | 17:29 WIB

Hidung Venna Melinda Patah, Sang Anak Mengaku Geram

Senin, 16 Januari 2023 | 21:28 WIB

Gitaris Jeff Beck Meninggal Dunia dalam Usia 78 Tahun

Kamis, 12 Januari 2023 | 12:44 WIB
X