Tiga Faktor Masih Banyak Masyarakat Terjebak Investasi Bodong, Kok Bisa?

- Kamis, 7 April 2022 | 12:32 WIB
Tampilan layar para pembicara webinar bertajuk Hati-Hati Investasi Bodong /Iko (Iko)
Tampilan layar para pembicara webinar bertajuk Hati-Hati Investasi Bodong /Iko (Iko)

VARTADIY, YOGYA - Masih banyaknya masyarakat yang terjerat penipuan berkedok investasi online membuktikan pentingnya edukasi dalam memilih produk investasi.

Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing menjelaskan dibituhkan peran industri agar masyarakat tidak terjebak dalam investasi ilegal atau bodong.

“Terdapat tiga faktor utama yang menyebabkan masyarakat terjerat dalam investasi bodong. Faktor pertama, sifat alami manusia yang ingin cepat kaya dan biasanya mudah tertipu dengan gaya hidup yang dipamerkan di platform media sosial atas hasil investasi, " kata Tongam L. Tobing saat webinar bertajuk “Hati-Hati Investasi Bodong”, Rabu (6/3).

Faktor kedua, kata Tongam L Tobing banyak masyarakat yang sudah mengetahui risiko dan kerugian tapi masih tetap nekat untuk berinvestasi ilegal atau bodong dengan pikiran untuk meraih keuntungan daripada tidak sama sekali. 

"Faktor yang ketiga dimana masih rendahnya tingkat literasi keuangan masyarakat atas investasi dan perkembangan teknologi digital yang masif telah memberikan peluang bagi para investasi bodong”.

Dia menjelaskan Satgas Waspada Investasi telah menutup 21 platform investasi ilegal sepanjang tahun 2022, dimana belakangan ini modus yang digunakan adalah binary option, robot trading, hingga pencatutan nama entitas resmi melalui media sosial seperti Telegram. 

Dalam kurun waktu 2011-2022, Satgas Waspada Investasi mencatat nilai kerugian masyarakat kurang lebih mencapai Rp 117,5 triliun dikarenakan adanya investasi bodong. (Iko)

 

Editor: Miko Sudiro

Tags

Terkini

Jogja Digiable Literacy Libatkan 100 Difabel

Selasa, 31 Januari 2023 | 12:24 WIB
X